Rabu, 29 Mei 2013

Pohon Rindu

Sehari serasa se abad.
Hanya mampu duduk manis dengan kumatan bibir menyebut asmaul husna sebagai penyambung raga tak teraba.
Sedangkan mata letih memandang pohon yg begitu lama memainkan detik waktu yg tak membuatNya jadi besar.
Kakii mulai mencengkram kayu kusam alas gubuk.
Melangkah demi satu pertanyaan...
Inikah rindu?
Pertanyaan yg sampai kini masih setia menari di ambang khayal...
Kuputuskan memilih memalingkan wajah kepohon yg lebih besar...
Kudekati... Kusadari... Diameternya lebih dari yg kulihat dari kejauhan...
Kuukur seberapa besar tabung batangNya...
KupelukNya, gesekan kulit kusam pun dengan aroma kambium khas yg menyengat sederhana di hidungku..
Ternyata ujung jari kanan dan kiriku tak mampu saling menyapa...
Kucoba meraih kiriku,
Kananku pun dengan asaNya mencoba mendekati...
Inikah usahaku atas nama rindu?
Layaknya kanan menginginkan kiriku... Kiriku pun tersipu krn kananKu mengincarNya..?
Semakin kuberusaha memeluk semakin hati berbicara...
Inilah pohon rindu... Tak mampu kudekap dengan bulatAn tanganKu... Hasrat kiri menemui kanan dalam dekapan... Sambil bercakap tentang jarak yang tidak sopan memainkan rasa.
Sepertilah itu lah Rinduku Al...
Menanti hitungan mataharati yg terbit, lalu terbenam, kemudian terbit lagi, terbenaam lagiii.....
Tak Munafik kadang Jenuh melihat keadaan yg sama, tp beruntungNya hujan, terik, mendung, mampu mengubah cerita...
Pohon rindu semakin membesar, semakin tanganpun tak mampu menembus lingkaran asa.
Hanya berharap datang seorang membantuku memecah khayal menyambung raga dengan tangan2 cintaNya, merasakan bersama mendekap memejamkan mata, menikmati harum khas pohon rindu disela hujan. Dan tak lain, semua masih tentangMu, Kamu Al....!!!


Note: AL inisial nama yang sekarang menjadi Suamiku... Fandi kaluhara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar