Mungkin akan selalu ditemukan dalam 2/3 malam.
Malam yang saaangat dingin, tanpa riak, tanpa gesekan dedaunan.
Saat dimana pecinta malam tunduk dalam diam, dihipnotis oleh gelap, dan diusap oleh angin2 sopan.
Namun, semua akan pecah ketika gelisah dalam menunggu.
Kubuka mata, mencoba memejamkan kembali, menelusuri dan merasakan kedatangan.
Mungkin masih masih terlalu jauh, sehingga tak mampu memprediksi jarak.
Kembali Tenaaang, usaha mencoba fokus kembali.
Tapi sayang, Hening membuatku liar merangkai irama.
tiba-tiba seruling, tiba-tiba sindeng, tiba-tiba dentuman gas.
kubongkar kembali not imaji itu, berusaha mencari
sepertinya semakin dekat, dekaat sekali, mungkin dia telah datang,
ternyata bukan...
Itulah hening,
mampu merangkai nada, liaar, orisinil, dan antik.
mampu memecah sepi menjadi keramaian yang datang secara tiba-tiba.
mampu menjadi senyum bagi orang yang merindukan kedamaian.
Dan itu hanya terjadi di 2/3 malam.
Malam ketika Tuhan menunggumu berbincang dengannya, dalam hening.
Ria Myrmica JungLe..!!!
Let It Flooww.....!!!
Sabtu, 30 Januari 2016
Minggu, 09 Februari 2014
Telaga Malam
Aku dalam Malam Menembus Jarak mencari Telaga.
Tenaaaang dalam beriak, merinding disapa angin.
Sepi tapi berbicara, diam tapi bermelodi, Sangar tapi sopan.
Tahukah Engkau bagaimana Bulukudu membahasakan Rasa?
Merinding menandakan kehadiran,
Gelisah menanti Nyata padahal didepan kau menemani di depan mata.
Itulah kau telaga.
Selalu kumimpikan menghabiskan mLam untuk kunanti Pagi.
Menunggu pantulah cahaya jingga, dengan Kilau Emas dengan hangat yang tidak terbahasakan.
menjadikan Kunang-kunang dan Bulan baru menjadi penerang.
Tapi takut selalu menjadi penggoda.
Duduk Manis dipangkuanmu adalah mimpi Romantis dengan kau wahai Telaga.
BErdua di tengah Semak-semak, disyairkan gesekan daun bambu mengiris ketakutan.
Mistis tapi Romantis.
Tenaaaang dalam beriak, merinding disapa angin.
Sepi tapi berbicara, diam tapi bermelodi, Sangar tapi sopan.
Tahukah Engkau bagaimana Bulukudu membahasakan Rasa?
Merinding menandakan kehadiran,
Gelisah menanti Nyata padahal didepan kau menemani di depan mata.
Itulah kau telaga.
Selalu kumimpikan menghabiskan mLam untuk kunanti Pagi.
Menunggu pantulah cahaya jingga, dengan Kilau Emas dengan hangat yang tidak terbahasakan.
menjadikan Kunang-kunang dan Bulan baru menjadi penerang.
Tapi takut selalu menjadi penggoda.
Duduk Manis dipangkuanmu adalah mimpi Romantis dengan kau wahai Telaga.
BErdua di tengah Semak-semak, disyairkan gesekan daun bambu mengiris ketakutan.
Mistis tapi Romantis.
Jumat, 13 Desember 2013
Dia yang berkhianat dalam Imajinasi
Jarak selalu menjadi Misteri
Jarak selalu kurang ajar memainkan rasa
Jarak selalu mengkhayal tentang suramNya masa Depan
Jarak selalu komplain dengan masa lalu.
jarak selalu Optimis, selalu itu pula Pesimis menyerang kembali.
TUbuhmu milikku, Usahamu Untukku, itu Kupastikan...
cintaMu??? hatiMu???
Selalu tanda tanya
AKu meragukanMu??? tidaak...
Saya hanya Takut
Jika suatu saat saya tidak lagi seperti Inginmu, ragamu memelukku, tapi khayalMu memeluk yang lain.
Imajinasi-imajinasi selalu liar, yakinkah tidak ada pengkhianatan didalamNya?
saya menemukan orang seperti itu di sini, semoga Kamu tidak...
@semoga bermanfaat untuk mereka yang LDRan... hahahah... Ajja mumacigau'...
Jarak selalu kurang ajar memainkan rasa
Jarak selalu mengkhayal tentang suramNya masa Depan
Jarak selalu komplain dengan masa lalu.
jarak selalu Optimis, selalu itu pula Pesimis menyerang kembali.
TUbuhmu milikku, Usahamu Untukku, itu Kupastikan...
cintaMu??? hatiMu???
Selalu tanda tanya
AKu meragukanMu??? tidaak...
Saya hanya Takut
Jika suatu saat saya tidak lagi seperti Inginmu, ragamu memelukku, tapi khayalMu memeluk yang lain.
Imajinasi-imajinasi selalu liar, yakinkah tidak ada pengkhianatan didalamNya?
saya menemukan orang seperti itu di sini, semoga Kamu tidak...
@semoga bermanfaat untuk mereka yang LDRan... hahahah... Ajja mumacigau'...
Jumat, 23 Agustus 2013
Kekasih sedarahKu
Untuk besok,PikiranKu dipenuhi oleh konsep candaan untukMu yang
ditingalkan...BElum terpikirkan sampe sekarang karena mungkin saja itu
Hancur diperjalan Bandara NantiNya...setelah mengudara nanti,
Entah...saya Belum pastikan akan ada Tangis untukNya, tapi yang
bergerumuh dalam rongga ini,,,adalah teriak rindu akan kebersaan diruang
sempit itu...
kukunjungi ruangan itu sore tadi,
Hanya bayangan Suara yang trlintas,
terekam manis di liang telinga..
yang saya tahu, diruang sempit ini saya bertiga denganMu selalu tidur Nyenyak..
kasur ukuran 1x2 tergulung manis...
bekas air hujan merembes semakin luas diplafon kamar...
sengatan bau ikan kering memenuhi isi kamar...Busuk...!!!
Busuk??? yah, busuk.
Busuk selalu menyisakan derita.
mungkin sama dengan RIndu.
RIndu membuat derita.
tapi yang tidak kuinginkan, DeritaKu mengurai seperti Busuk yang di telan waktu...
perlahan Hilang, sedikit semi sedikit, sehingga BusukNya menghilang. derita Pun tiada...
Saya tidak ingin seperti Itu, Biarlah Rindu itu tetap ada, meski Derita seperti Busuk
Tapi janganLah Mengurai...
karena RIndulah yang membuatMu ada...
kukunjungi ruangan itu sore tadi,
Hanya bayangan Suara yang trlintas,
terekam manis di liang telinga..
yang saya tahu, diruang sempit ini saya bertiga denganMu selalu tidur Nyenyak..
kasur ukuran 1x2 tergulung manis...
bekas air hujan merembes semakin luas diplafon kamar...
sengatan bau ikan kering memenuhi isi kamar...Busuk...!!!
Busuk??? yah, busuk.
Busuk selalu menyisakan derita.
mungkin sama dengan RIndu.
RIndu membuat derita.
tapi yang tidak kuinginkan, DeritaKu mengurai seperti Busuk yang di telan waktu...
perlahan Hilang, sedikit semi sedikit, sehingga BusukNya menghilang. derita Pun tiada...
Saya tidak ingin seperti Itu, Biarlah Rindu itu tetap ada, meski Derita seperti Busuk
Tapi janganLah Mengurai...
karena RIndulah yang membuatMu ada...
Minggu, 30 Juni 2013
Pra Kinder Garden
Beberapa detik lalu, sy benar2 baru Menyadari..
Baru sadar betuul, kalau tahun 2000_sekiaaan, adalah Tahun Khayalan 20 tahun silam.
Dimana dengan cermatNya saya mencuri mendengar penjelasan Guru2 di sekolah ibu, berbicara ttg abad MileNIUM, tentang perdagangan bebas..
Dimana katanya orang2 dr luar Negeri bebas memasukkan barang2 produksi mereka di negara kita.
Dengan luguNya dan dengan imajinasi pas2an, kubayangkan orang barat akan memenuhi warung_warung samping rumah. Itu dia English sangat penting kata Ibuku ( sedang dia sangat pas2an dlm hal itu).
Yaaaah, itu jelas sekali... Begitulah khayalanKu tentang abad Milenium ketika waktu itu.
Habibie, adalah orang paling terkenal.
"Kamu klo besar semoga bisa jadi Profesor kayak Habibie yah nak"
Soeharto dan Trisutrisno...
Kalo kamu minum, teguk 3 kali... Itu makna TRI... Supaya bisa jadi kayak Pak Trisutrisnoo...
Klo ambil nasi, ambil 3 kali.
( Saya lupa siapa mengajariku hal yg demikian purbaNya)
"Bagaimana itu modelku kalo tahun 2000 di?"
(Skrng masih 1995)
Bicara ttg kemerdekaan, 17 Agustus 1945
Perayaaan panjat pinang.
Paling senang dgn karnaval oleh anak TK
Tp waktu itu sy belum TK.
TetanggaKu setahun diatas tiap pagi harus ke sekolah dengan seragam kuning, rok Hijau..
Ada juga dengan rompi biru tua, kemeja biru muda, celana yg senada dngn rompiNya.
Sayaaa????
Waktu Saya masih setia dengan hewan buruanku. Capung.
Kantong plastik Gula kurakit dgn mengikatNya di ujung Cabutan sehelai Lidi. Kulebarkan sisi bawah, berjalan dengan hentakan kakiku seanggun mungkin, untuk menangkar Capung2 itu.
"Klo mau berhenti Ngompol tiap malam, gigitkan Pusarmu dengan Capung klo malam Jumat"
(Indo'ku bilang)
"Apa hubunganNya Indo'?"
"Akku mateppe'ki Nak"
Begitulah kiraNya Bahasa Efek Plasebo versi nenek Moyang.
Menyakini sesuatu sebagai penyembuh meski itu bukanNlah obat sebagaimana FungsiNya"
Intinya Keyakinan!!!
Nah, sekarang.... 2013
Yg 20 Tahun lalu aku mengenal Proklamasi, Mengenal JEpang, Mengenal Belanda.
Kemerdekaaan??? No... I'♏ still Under AttacK.!!!
Baru sadar betuul, kalau tahun 2000_sekiaaan, adalah Tahun Khayalan 20 tahun silam.
Dimana dengan cermatNya saya mencuri mendengar penjelasan Guru2 di sekolah ibu, berbicara ttg abad MileNIUM, tentang perdagangan bebas..
Dimana katanya orang2 dr luar Negeri bebas memasukkan barang2 produksi mereka di negara kita.
Dengan luguNya dan dengan imajinasi pas2an, kubayangkan orang barat akan memenuhi warung_warung samping rumah. Itu dia English sangat penting kata Ibuku ( sedang dia sangat pas2an dlm hal itu).
Yaaaah, itu jelas sekali... Begitulah khayalanKu tentang abad Milenium ketika waktu itu.
Habibie, adalah orang paling terkenal.
"Kamu klo besar semoga bisa jadi Profesor kayak Habibie yah nak"
Soeharto dan Trisutrisno...
Kalo kamu minum, teguk 3 kali... Itu makna TRI... Supaya bisa jadi kayak Pak Trisutrisnoo...
Klo ambil nasi, ambil 3 kali.
( Saya lupa siapa mengajariku hal yg demikian purbaNya)
"Bagaimana itu modelku kalo tahun 2000 di?"
(Skrng masih 1995)
Bicara ttg kemerdekaan, 17 Agustus 1945
Perayaaan panjat pinang.
Paling senang dgn karnaval oleh anak TK
Tp waktu itu sy belum TK.
TetanggaKu setahun diatas tiap pagi harus ke sekolah dengan seragam kuning, rok Hijau..
Ada juga dengan rompi biru tua, kemeja biru muda, celana yg senada dngn rompiNya.
Sayaaa????
Waktu Saya masih setia dengan hewan buruanku. Capung.
Kantong plastik Gula kurakit dgn mengikatNya di ujung Cabutan sehelai Lidi. Kulebarkan sisi bawah, berjalan dengan hentakan kakiku seanggun mungkin, untuk menangkar Capung2 itu.
"Klo mau berhenti Ngompol tiap malam, gigitkan Pusarmu dengan Capung klo malam Jumat"
(Indo'ku bilang)
"Apa hubunganNya Indo'?"
"Akku mateppe'ki Nak"
Begitulah kiraNya Bahasa Efek Plasebo versi nenek Moyang.
Menyakini sesuatu sebagai penyembuh meski itu bukanNlah obat sebagaimana FungsiNya"
Intinya Keyakinan!!!
Nah, sekarang.... 2013
Yg 20 Tahun lalu aku mengenal Proklamasi, Mengenal JEpang, Mengenal Belanda.
Kemerdekaaan??? No... I'♏ still Under AttacK.!!!
Rabu, 29 Mei 2013
Pohon Rindu
Sehari serasa se abad.
Hanya mampu duduk manis dengan kumatan bibir menyebut asmaul husna sebagai penyambung raga tak teraba.
Sedangkan mata letih memandang pohon yg begitu lama memainkan detik waktu yg tak membuatNya jadi besar.
Kakii mulai mencengkram kayu kusam alas gubuk.
Melangkah demi satu pertanyaan...
Inikah rindu?
Pertanyaan yg sampai kini masih setia menari di ambang khayal...
Kuputuskan memilih memalingkan wajah kepohon yg lebih besar...
Kudekati... Kusadari... Diameternya lebih dari yg kulihat dari kejauhan...
Kuukur seberapa besar tabung batangNya...
KupelukNya, gesekan kulit kusam pun dengan aroma kambium khas yg menyengat sederhana di hidungku..
Ternyata ujung jari kanan dan kiriku tak mampu saling menyapa...
Kucoba meraih kiriku,
Kananku pun dengan asaNya mencoba mendekati...
Inikah usahaku atas nama rindu?
Layaknya kanan menginginkan kiriku... Kiriku pun tersipu krn kananKu mengincarNya..?
Semakin kuberusaha memeluk semakin hati berbicara...
Inilah pohon rindu... Tak mampu kudekap dengan bulatAn tanganKu... Hasrat kiri menemui kanan dalam dekapan... Sambil bercakap tentang jarak yang tidak sopan memainkan rasa.
Sepertilah itu lah Rinduku Al...
Menanti hitungan mataharati yg terbit, lalu terbenam, kemudian terbit lagi, terbenaam lagiii.....
Tak Munafik kadang Jenuh melihat keadaan yg sama, tp beruntungNya hujan, terik, mendung, mampu mengubah cerita...
Pohon rindu semakin membesar, semakin tanganpun tak mampu menembus lingkaran asa.
Hanya berharap datang seorang membantuku memecah khayal menyambung raga dengan tangan2 cintaNya, merasakan bersama mendekap memejamkan mata, menikmati harum khas pohon rindu disela hujan. Dan tak lain, semua masih tentangMu, Kamu Al....!!!
Note: AL inisial nama yang sekarang menjadi Suamiku... Fandi kaluhara
Hanya mampu duduk manis dengan kumatan bibir menyebut asmaul husna sebagai penyambung raga tak teraba.
Sedangkan mata letih memandang pohon yg begitu lama memainkan detik waktu yg tak membuatNya jadi besar.
Kakii mulai mencengkram kayu kusam alas gubuk.
Melangkah demi satu pertanyaan...
Inikah rindu?
Pertanyaan yg sampai kini masih setia menari di ambang khayal...
Kuputuskan memilih memalingkan wajah kepohon yg lebih besar...
Kudekati... Kusadari... Diameternya lebih dari yg kulihat dari kejauhan...
Kuukur seberapa besar tabung batangNya...
KupelukNya, gesekan kulit kusam pun dengan aroma kambium khas yg menyengat sederhana di hidungku..
Ternyata ujung jari kanan dan kiriku tak mampu saling menyapa...
Kucoba meraih kiriku,
Kananku pun dengan asaNya mencoba mendekati...
Inikah usahaku atas nama rindu?
Layaknya kanan menginginkan kiriku... Kiriku pun tersipu krn kananKu mengincarNya..?
Semakin kuberusaha memeluk semakin hati berbicara...
Inilah pohon rindu... Tak mampu kudekap dengan bulatAn tanganKu... Hasrat kiri menemui kanan dalam dekapan... Sambil bercakap tentang jarak yang tidak sopan memainkan rasa.
Sepertilah itu lah Rinduku Al...
Menanti hitungan mataharati yg terbit, lalu terbenam, kemudian terbit lagi, terbenaam lagiii.....
Tak Munafik kadang Jenuh melihat keadaan yg sama, tp beruntungNya hujan, terik, mendung, mampu mengubah cerita...
Pohon rindu semakin membesar, semakin tanganpun tak mampu menembus lingkaran asa.
Hanya berharap datang seorang membantuku memecah khayal menyambung raga dengan tangan2 cintaNya, merasakan bersama mendekap memejamkan mata, menikmati harum khas pohon rindu disela hujan. Dan tak lain, semua masih tentangMu, Kamu Al....!!!
Note: AL inisial nama yang sekarang menjadi Suamiku... Fandi kaluhara
Sabtu, 20 April 2013
Mimpi Khayal Malam Minggu
KiraNya seperti apa rasaNya?
Layaknya, ketika asyik jalan-jalan sore pinggir pantai, sambil baca sms Rayuan tapi akhirNya kesandung batu.
Seperti lagu rapiin Kuku pake Silent, tapi keiris Tipis.
seperti itulah kiraNya jika sedang asyik berimajinasi tinggi, tapi dihancurkan dengan bayang suram...
baru saja saya mengkhayalKan, mengantar Ibu ke Sekolah dengan Menggunakan Mobil Pribadi..
mengkhayalkan berlibur bersama Ayah Ibu, di Pulau Lombok tempat Mereka bertemu dan menaruh kasih...
mengkhayalan Umroh bersama kedua Ayah Ibu dan didampingi dengan menantu2Nya, cucu2Nya yang semuaNya karena kesuksesanKu...
mengkhayalankan diriKu di acara Promosi DOKTORku, didampingi Ayah Ibuku, keluargaku, dan mengatakan dengan Bangga ini dia ANAKKU.. Anak perempuanKu yang keras Kepala, tapi akhirNya Berhasil...
mengkhayalkan diriku........,,,,,,,,,,,,,,
mengkhayakan diriku.........,,,,,,,,,,,,,
"many more......"
ini bUkan hanya menjadi Mimpiku, ini juga MimPi mereka..
tugasKu menjadikanNya Nyata...
tapi bagaimana jika,,,,
bagaimana jika tiba2 KEMATIAN menjemputku??
bagaimana jika tiba2 salah satu Diantara mereka malah mendahuluiku??
bagaimana jika......?????
bagaimana jika......?????
entaaaah........
entah.....
sudaaaah....
"jangan dikacaukan oleh prediksi masa depan" kini otakku Normal...
itulah akhir pikiranku malam Ini...
( mengenang kEmatian Orang tua salah seorang Sahabatku, Turut Berduka Cita kawanku HEndra Gunawan. Kamu hanya dihadapkan duluan tentang gmana rasaNya musibah Kematian. Ajari kami bagaimana menghadapiNya jika suatu saat kami Mengalami... )
Layaknya, ketika asyik jalan-jalan sore pinggir pantai, sambil baca sms Rayuan tapi akhirNya kesandung batu.
Seperti lagu rapiin Kuku pake Silent, tapi keiris Tipis.
seperti itulah kiraNya jika sedang asyik berimajinasi tinggi, tapi dihancurkan dengan bayang suram...
baru saja saya mengkhayalKan, mengantar Ibu ke Sekolah dengan Menggunakan Mobil Pribadi..
mengkhayalkan berlibur bersama Ayah Ibu, di Pulau Lombok tempat Mereka bertemu dan menaruh kasih...
mengkhayalan Umroh bersama kedua Ayah Ibu dan didampingi dengan menantu2Nya, cucu2Nya yang semuaNya karena kesuksesanKu...
mengkhayalankan diriKu di acara Promosi DOKTORku, didampingi Ayah Ibuku, keluargaku, dan mengatakan dengan Bangga ini dia ANAKKU.. Anak perempuanKu yang keras Kepala, tapi akhirNya Berhasil...
mengkhayalkan diriku........,,,,,,,,,,,,,,
mengkhayakan diriku.........,,,,,,,,,,,,,
"many more......"
ini bUkan hanya menjadi Mimpiku, ini juga MimPi mereka..
tugasKu menjadikanNya Nyata...
tapi bagaimana jika,,,,
bagaimana jika tiba2 KEMATIAN menjemputku??
bagaimana jika tiba2 salah satu Diantara mereka malah mendahuluiku??
bagaimana jika......?????
bagaimana jika......?????
entaaaah........
entah.....
sudaaaah....
"jangan dikacaukan oleh prediksi masa depan" kini otakku Normal...
itulah akhir pikiranku malam Ini...
( mengenang kEmatian Orang tua salah seorang Sahabatku, Turut Berduka Cita kawanku HEndra Gunawan. Kamu hanya dihadapkan duluan tentang gmana rasaNya musibah Kematian. Ajari kami bagaimana menghadapiNya jika suatu saat kami Mengalami... )
Langganan:
Postingan (Atom)
